Fakta - Fakta Vegetarian Food

 

Fakta- Fakta Vegetarian Food

 

American national institute of health meneliti 50.000 kaum vegan dan menemukan bahwa kaum vegan memiliki umur yang lebih panjang, risiko terkena penyakit jantung lebih rendah, dibandingkan orang-orang Amerika non- vegan. Seperti bangsa Eskimo yang hidupnya sebagian besar bergantung daging dan lemak sehingga rata-rata daya tahan usianya hanya mampu hidup di bawah 50 tahun.

Persepsi lain yang menghambat keinginan untuk menjadi vegan adalah diet vegan dapat mengganggu proses pertumbuhan. tentu saja anggapan ini juga keliru. dalamjournal of Pediatrics(2006) dinyatakan bahwa 51 anak vegan yang berumur 3 tahun mempunyai pertumbuhan yang sama dengan anak yang mengonsumsi daging, dagingolahan, dan susu. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang Vegan mempunyai kemampuan jantung pernapasan lebih baik daripada yang bukan vegan, walaupun berat badan anak yang vegan lebih rendah dari anak yang bukan vegan (Kunti, 2007). Klik Disini

Salah satu hal yang menyusahkan orang yang baru mulai berpikir tentang diet vegan ialah Apakah dengan tidak memakan daging, saya cukup mendapatkan gizi dan protein?. Kenyataannya diet vegan dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi yangdiperlukan oleh tubuh. Sumber protein nabati seperti kacang kedelai, mengandung protein dua kali lipat lebih banyak daripada protein yang terkandung dalam daging. Kacang kedelai mengandung 40% protein sedangkan daging yang paling murni hanya mengandung 20 protein. Selain itu, biji-bijian dan kacang kacangan rata - rata mengandung 30% protein (Astawan,2009).

Alasan lain untuk menjadi vegan adalah karena makanan nabati kaya akan serat. Serat pangan merupakan zat non gizi yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia, sehingga tidak menghasilkan energi atau zat gizi. Meskipun demikian kehadiran serat praktis diperlukan karena dapat membuat pembuangan air  besar menjadi teratur dan kotoran menjadi lebih lunak sehingga dapat meninggalkan saluran pencernaan dengan lancar. Para ahli nutrisi dan ahli teknologi pangan sepakat bahwa serat merupakan komponen yang sangat dianjurkan dalam diet (Kurniali,2007). tingginya perhatian dunia kesehatan terhadap serat disebabkan banyaknya penyakit yang muncul akibat rendahnya konsumsi serat, terutama di negara- negara maju. Penyakit tersebut dikenal dengan sebutan disease of western civilization atau penyakit peradaban barat yang meliputi diabetes mellitus obesitas, radang usus buntu, kanker, stroke, dan berbagai penyakit pembuluh darah (Buslianti, 2007)

Komentar